terima kasih pahlawanku!

kata cocacola di official line page nya pagi ini, "pahlawan itu seseorang yang bisa membuatmu tersenyum." refleks, aku menganggukkan kepalaku pelan. aku mengakui orang-orang hebat di sekitarku adalah pahlawanku. mereka yang bisa membuatku tersenyum kembali saat aku lelah, mereka yang selalu menopang punggungku saat aku hampir terjatuh, dan mereka yang kurasa akan bersorak paling kencang ketika aku sudah berhasil nanti. kuharap demikian.orang-orang hebat itu adalah orang tuaku, keluargaku, dan sahabat-sahabatku. mereka adalah pahlawan terbesar dalam hidupku selama 22 tahun ini.
selain itu, kurasa aku mempunyai pahlawan-pahlawan lain. orang-orang yang kutemui dalam setiap perjalananku. mungkin aku hanya sempat bertukar beberapa kata saja dengan mereka. namun, dari merekalah aku mendapat pengalaman dan cerita baru untuk kutulis dalam buku kehidupanku. dari mereka aku membentuk jati diri dan perilakuku. tanpa semua orang yang kutulis disini, mungkin aku hanya lah selembar kertas kosong yang pada akhirnya hanya akan terpuruk di tempat sampah. karena mereka, aku berusaha mengisi kekosongan dalam setiap lembar itu dengan catatan-catatatn bermakna. dengan spidol hitam maupun stabilo warna-warni. terima kasih, pahlawan-pahlawanku!

guru terhebat

jujur saja, saya termasuk ke dalam penganut aliran garia keras "pengalaman adalah guru terbaik.". bukan menyepelekan orang tua sebagai guru pertama saya dan juga guru-guru di sekolah formal yang saya jalani, tapi tetap saja saya masih menganggap pengalaman adalah guru saya. guru-guru saya dalam bentuk konkret, adalah sekelompok orang-orang hebat yang tidak akan pernah lupa saya ucapkan terima kasih di setiap jalan hidup saya. dari beliau semua membuat saya mengerti norma dan nilai baik yang harus saya jalankan di kehidupan dan juga materi-materi kognitif yang berguna bagi kehidupan saya selanjutnya.

tapi, dari pengalaman lah saya belajar bagaimana cara menghadapi kepanikan melakukan perjalanan sendirian di negeri orang, bagaimana menghadapi masalah-masalah hidup yang abstrak, dan bagaimana saya harus bangkit saat sempat terjatuh. pengalaman uang mengajarkan itu semua. dan dari setiap pembelajarannya saya akan mendapat pengalaman baru. atau sebut saja guru baru.

kamera kehidupan

hidup seperti layaknya kamera. ada momen ketika kita harus menangkap momen bahagia. ada kalanya ketika kita menangkap momen bersedih. tetapi tidak jarang juga kita harus mencari sendiri momen itu sendiri.
hidup itu seperti kamera. pada akhirnya kita bisa tersenyum bangga dengan hasil bidikan kamera juga. namun tidak jarang kita harus kecewa karna hasil bidikan kita tidak sempurna. yang harus kita lakukan hanyalah pergi mencari objek baru untuk menghasilkan foto yang lebih bagus lagi.

adik semata wayangku

sebagai kakak, aku hanya mempunyai satu orang adik. usianya terbilang berbeda jauh denganku. adikku seorang anak perempuan berumur 11 tahun. dia masih sering merajuk kepadaku apabila keinginannya tidak kupenuhi. lain waktu, dia akan mengucap rindu ketika hampir 3 bulan kami tidak bertemu karena kutinggal pergi ke amerika serikat, pacitan, dan sekarang, jakarta. adikku bisa dibilang cukup keras kepala. bukan dalam artian buruk maksudku. dia cenderung bersikap cool dan cuek ketika kupaksa mengatakan maaf. tapi dia akan langsung membuktikan permohonan maafnya dengan sebatang coklat ataupun sekotak eskrim dengan sticky notes di atasnya yang diam-diam ditaruh dalam freezer. kalau kau harap dia akan mengatakan "aku sayang keluargaku", mungkin kau tidak akan pernah mendengar kata itu darinya. tapi aku tidak akan kaget apabila pada akhir hari ulang tahunku, dia akan mengirimkan voice note manis lewat whatsapp yang dikirimnya lewat handphone ibuku. dia juga akan dengan cueknya mengirimkan beberapa gambar penyemangat saat aku benar-benar down karena memikirkan banyak hal. aku tidak berkata apapun padanya, tapi dia hanya tahu. tengah malam mungkin aku akan mendengar suaranya karena dia menelfon untuk menanyakan PR nya,yang apabila tidak kujawab hanya akan menghasilkan omelan mamaku. tapi tanpa disuruh pun, aku akan dengan senang hati membantunya.

kata ayah, kami seperti tom and jerry. apabila bersama di rumah, kami tidak berhenti bertengkar. tapi saat salah satu menghilang, kami akan saling mencari satu sama lain. satu hal yang tidak bisa kulupa dan terus membuatku terharu adalah saat ia berkata, "kak, aku pengen kayak kakak. bisa bikin bangga aku sama mama papa. kakak harus selalu sehat dan ada di deketku ya sampai aku dewasa nanti. biar jadi contoh dan motivasi buat aku. kita kan harta mama papa yang paling berharga." dan itu ia ucapkan saat aku merasa sangat gagal dan menyerah pada masalah. kata-kata itu terus menjadi motivasi bagiku untuk tetap menjadi kakak kebanggaannya. kakak bagi adik semata wayangku.


belajar dari ingatan


anggap saja pepatah diatas itu bener. kita tidak akan benar-benar ingat bagaimana masa kecil kita berjalan. kita mungkin lupa kapan pertama kali kita berjalan, terjatuh, berbicara, dan sebagainya. ingatan kita mungkin akan sedikit kabur tentang pesta ulang tahun ke-3 kita, siapa teman kita yang datang, apa warna baju yang kita kenakan.

mungkin yang bisa kita ingat adalah betapa bahagianya kita saat berlarian di tengah ilalang mengejar belalang bersama teman-teman kita. mungkin yang kita kenang adalah seberapa banyak kado yang kita terima di pesta ulang tahun kita dan bagaimana kita tertawa bahagia karenanya. ya, ibgatan kita mungkin hanya terbatas pada hal-hal menyenangkan di masa kecil kita. jadi bagaimana kalau kita ulangi ingatan itu saja saat kita terjatuh dan kecewa kini? lupakan saat kita jatuh, buang ingatan saat kita menangis. ingatlah saat kita tertawa dan bahagia atas pencapaian kita. dan terus melangkah dengan berbekal kepercayaan bahwa kita akan bahagia lagi. nanti.