ammerialuvia


Kumulus hitam masih menggantung rendah di kaki langit utara. Aku menarik retsleting jaket coklatku hingga ujung leherku. Bukannya aku sok mandiri atau apa dengan menolak jemputan Mang Asep sopir rumah tadi, tapi memang aku ingin menyongsong hujan yang aku yakin sebentar lagi akan segera turun. Aku suka hujan, sangat suka. Titik-titik airnya yang selalu kuimajinasikan sebagai air mata bidadari di langit sana, petir dan halilintarnya yang kuanggap sebagai kilatan cahaya surga sampai dengan genangan air di jalan yang bila kulewati pasti akan menjadi kecipak ringan air.

Aku suka hujan. Hujan bisa menyembunyikan tangisku saat aku sedang sangat sedih, dan mungkin karena itu, aku menganggap hujan sebagai tempat curhat terpercayaku. Hujan tidak pernah mengeluh saat aku bercerita panjang lebar tentang bagaimana aku begitu cemburu melihat cowo yang kutaksir dekat dengan cewe lain sampai dengan bagaimana jengkelnya aku terus dikerjai kakakku, Titan. Bukan salahku kalo aku begitu mempercayai hujan dan jarang bercerita kepada orang lain yang mungkin bisa disebut sebagai temanku. Aku terlalu malu untuk sekedar mempunyai sahabat akrab. Aku cenderung menutup diri pada lingkungan sekitarku dibanding harus bercerita panjang lebar tentang segala masalahku pada orang asing yang baru kukenal saat naik ke kelas 8 SMP kurang lebih 3 bulan lalu.

Tapi dibalik itu semua, kurasa alasanku menyukai hujan hanya diwakili oleh satu kata. Amerrialluvia, yang berasal dari 2 bahasa, Ame untuk bahasa Jepang dan Lluvia dalam bahasa Spanyol. Dan kau tahu arti keduanya? Hujan. Ya, namaku Ammerialluvia Suryaatmadja atau panggillah aku Luvi. Sekarang kau tahu mengapa aku begitu menyukai hujan? :)

tipe-tipe pelaku curhat

curhat. kata ini biasa diidentikkan dengan makhluk bernama cewe. dimanapun dan kapanpun mereka mau, mereka bisa curhat selama berjam-jam dengan makhluk sesamanya. biasanya acara curhat ini berbuntut panjang ke acara ngegosip.

kebetulan, gue cewe. tapi sayangnya, gue bukan cewe yang suka curhat, tapi lebih sering dicurhatin. saking seringnya jadi dinding pendengar, gue sering gak dianggep sama orang-orang di sekitar gue. oh sudahlah, lupakan.

gue disini bukan mau bercerita tentang kenestapaan gue jadi dinding pendengar. gue mau mengidentifikasi (ceile bahasanya) tipe-tipe pelaku curhat yang pernah gue tanganin. cekidot!!
sumpah, diantaranya keduanya itu bukan gue! :|



best dream!!

hai hai~ hari ini gue bakal cerita kebahagiaan gue soal mimpi beberapa hari lalu~

jadi.. ini cerita soal my favorite bastard itu~ mungkin mimpinya singkat. tapi itu sangat sangat sangat sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat bermakna buat gue. mimpinya sih cuman soal kita lagi maen bareng, dan mendadak dia megang tangan gue dalam genggamannya. just that!! y know? it's very simple, yeah i know.. but that's the best dream i ever had!! apalagi.. mimpi ini kejadian tanggal 6 Juni 2012 yang artinya tepat 11 bulan gue ngerasa sadar udah jatuh ke si bastard ini. fyuh.. sudahlah..

btw, for you, thanks for came in my dream :) i didn't regret with what i've done one weeks later :) ly :)

sepenggal cerita matahari terbit

disinilah aku. di tempat yang sama saat 4 hari lalu berusaha membentuk kembali serpihan yang hancur malam sebelumnya. serpihan semangat, serpihan harapan, dan entah apalagi serpihan lainnya. di tempat aku bisa menyaksikan matahari terbit di horizon timur. di tempat aku bisa memandang lebih jauh tentang arti diri.


sekaten keraton yogyakarta 2012

malam ini cukup memberikan satu gambaran khusus buat gue. dimana gue melihat satu tradisi tahunan keraton yang biasanya gue nikmatin di keraton surakarta tapi malam ini gue datengin di keraton yogyakarta. yeps, mungkin lu pernah denger kata sekaten? yes, i'd have to visit this event this night..
gerbang sekaten 2010.
maaf gak ada foto 2012 nya, pergi ke sekaten tanpa kamera sih :( )

sekaten. berasal dari kata syahadatain. merupakan perayaan tahun baru islam yang dirayakan di sekitar wilayah keraton jawa. pada awalnya, sunan kalijaga membuat perayaan sekaten demi menarik rakyat di tanah jawa untuk mengenal islam lebih dekat melalui perayaan tahun baru islam. sedangkan di jaman sekarang ini, perayaan sekaten lebih berupa hiburan pasar malam untuk rakyat. terdapat berbagai macam kegiatan, hiburan, dan benda apapun yang bisa ditemui di sekaten.