Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Memilikimu

Saya mencintai sunset, 
menatap kaki langit, ombak berdebum
Tapi saya tidak akan pernah membawa pulang matahari ke rumah, 
kalaupun itu bisa dilakukan, tetap tidak akan saya lakukan

Saya menyukai bulan,
entah itu sabit, purnama, tergantung di langit sana
Tapi saya tidak akan memasukkannya dalam ransel,
kalaupun itu mudah dilakukan, tetap tidak akan saya lakukan

Saya menyayangi serumpun mawar
berbunga warna-warni, mekar semerbak
Tapi saya tidak akan memotongnya, meletakkannya di kamar
tentu bisa dilakukan, apa susahnya, namun tidak akan pernah saya lakukan

Saya mengasihi kunang-kunang
terbang mendesing, kerlap-kerlip, di atas rerumputan gelap
Tapi saya tidak akan menangkapnya, dibotolkan, menjadi penghias di meja makan
tentu masuk akal dilakukan, pakai perangkap, namun tidak akan pernah saya lakukan

Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini
Yang jika kita cinta, bukan lantas harus memiliki

Ada banyak sekali jenis suka, kasih dan sayang di dunia ini
Yang jika memang demikian, tidak harus dibawa pulang

Egois sekali, Kawan, jika tetap kau lakukan.
Lihatlah, tiada lagi sunset tanpa matahari
Tiada lagi indah langit tanpa purnama
Juga taman tanpa mawar merekah
Ataupun temaram malam tanpa kunang-kunang

Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini
Yang jika sungguh cinta, kita akan membiarkannya 
Seperti apa adanya
Hanya menyimpan perasaan itu dalam hati

Selalu begitu, hingga akhir nanti.

(sumber: http://www.facebook.com/notes/darwis-tere-liye/memilikimu/530613533655886)

don't ask me

jangan tanya APA yang kulakukan..
jangan tanya BAGAIMANA aku melakukannya..
jangan tanya dengan SIAPA aku bisa...
jangan tanya DIMANA aku memulainya...
jangan tanya KAPAN aku memikirkannya...
jangan tanya KENAPA aku melakukannya..

tapi tanyakanlah...

APA yang khan terjadi nantinya...
BAGAIMANA nantinya semua khan terjadi..
untuk SIAPA aku melakukannya...
DIMANA akan kuakhiri..
KAPAN tujuanku nanti terwujud..
dan KENAPA aku tak bisa tak melakukannya..

dan aku yakin.. hanya DIRIMU yang tau jawabannya...

di bawah pinnicilium tua ini..

Sudah pukul 16.00, hanya kurang 30 menit lagi dari waktu perjanjianku bertemu lagi dengan sahabat kecilku, Adith. Dia berjanji akan kembali ke Indonesia hari ini, setelah 5 tahun menyelesaikan SMP dan SMA nya di Amerika. Kami berjanji akan bertemu disini, di bawah pinicillium tua ini, tempat favorit kami menghabiskan bermangkok-mangkok es krim coklat favorit kami, serta mengubur benda-benda kecil rahasia kami di antara akar-akarnya. Minggu lalu dia mengirimiku email singkat,,
tunggu aku di tempat biasa. ada sesuatu untukmu, jangan begitu terkejut melihat itu…
salam sayang untukmu…--dith
Aku tak tahu sesuatu apa yang bakal mengejutkanku nanti. Tapi dari kata-kata Adith di email itu, kurasa itu sesuatu yang mungkin akan bisa membuat bola mataku keluar dari rongganya. Tapi bisa saja si usil itu mengerjaiku, mungkin sesuatu itu hanya ijazah SMA’a dengan nilai nyaris sempurna tertera di dalamnya…pikirku sejak pertama membaca email itu sampai saat ini aku terduduk pasrah di bawah pinicillium tua ini. Kurasa kakiku mulai pegal saat hpku bergetar pelan dari dalam tas Mickeyku.
From : aadiiiithhh…
yangs,, kku daa nyampe airport.. gaa sabaar pengeeeen ketemuuuuu…misp iiiuh gelz……wait vooo meeee……^^
Yangs????bukan panggilannya untukku seperti biasanya…. but,whatever….batinku setelah menerima sms dari Adith. Setelah kututup flip hapeku, aku berjalan pelan ke arah kedai es krim di seberang jalan taman pinicillium ini sambil memasangkan headphone di telingaku.

ammerialuvia


Kumulus hitam masih menggantung rendah di kaki langit utara. Aku menarik retsleting jaket coklatku hingga ujung leherku. Bukannya aku sok mandiri atau apa dengan menolak jemputan Mang Asep sopir rumah tadi, tapi memang aku ingin menyongsong hujan yang aku yakin sebentar lagi akan segera turun. Aku suka hujan, sangat suka. Titik-titik airnya yang selalu kuimajinasikan sebagai air mata bidadari di langit sana, petir dan halilintarnya yang kuanggap sebagai kilatan cahaya surga sampai dengan genangan air di jalan yang bila kulewati pasti akan menjadi kecipak ringan air.

Aku suka hujan. Hujan bisa menyembunyikan tangisku saat aku sedang sangat sedih, dan mungkin karena itu, aku menganggap hujan sebagai tempat curhat terpercayaku. Hujan tidak pernah mengeluh saat aku bercerita panjang lebar tentang bagaimana aku begitu cemburu melihat cowo yang kutaksir dekat dengan cewe lain sampai dengan bagaimana jengkelnya aku terus dikerjai kakakku, Titan. Bukan salahku kalo aku begitu mempercayai hujan dan jarang bercerita kepada orang lain yang mungkin bisa disebut sebagai temanku. Aku terlalu malu untuk sekedar mempunyai sahabat akrab. Aku cenderung menutup diri pada lingkungan sekitarku dibanding harus bercerita panjang lebar tentang segala masalahku pada orang asing yang baru kukenal saat naik ke kelas 8 SMP kurang lebih 3 bulan lalu.

Tapi dibalik itu semua, kurasa alasanku menyukai hujan hanya diwakili oleh satu kata. Amerrialluvia, yang berasal dari 2 bahasa, Ame untuk bahasa Jepang dan Lluvia dalam bahasa Spanyol. Dan kau tahu arti keduanya? Hujan. Ya, namaku Ammerialluvia Suryaatmadja atau panggillah aku Luvi. Sekarang kau tahu mengapa aku begitu menyukai hujan? :)

tipe-tipe pelaku curhat

curhat. kata ini biasa diidentikkan dengan makhluk bernama cewe. dimanapun dan kapanpun mereka mau, mereka bisa curhat selama berjam-jam dengan makhluk sesamanya. biasanya acara curhat ini berbuntut panjang ke acara ngegosip.

kebetulan, gue cewe. tapi sayangnya, gue bukan cewe yang suka curhat, tapi lebih sering dicurhatin. saking seringnya jadi dinding pendengar, gue sering gak dianggep sama orang-orang di sekitar gue. oh sudahlah, lupakan.

gue disini bukan mau bercerita tentang kenestapaan gue jadi dinding pendengar. gue mau mengidentifikasi (ceile bahasanya) tipe-tipe pelaku curhat yang pernah gue tanganin. cekidot!!
sumpah, diantaranya keduanya itu bukan gue! :|



sekaten keraton yogyakarta 2012

malam ini cukup memberikan satu gambaran khusus buat gue. dimana gue melihat satu tradisi tahunan keraton yang biasanya gue nikmatin di keraton surakarta tapi malam ini gue datengin di keraton yogyakarta. yeps, mungkin lu pernah denger kata sekaten? yes, i'd have to visit this event this night..
gerbang sekaten 2010.
maaf gak ada foto 2012 nya, pergi ke sekaten tanpa kamera sih :( )

sekaten. berasal dari kata syahadatain. merupakan perayaan tahun baru islam yang dirayakan di sekitar wilayah keraton jawa. pada awalnya, sunan kalijaga membuat perayaan sekaten demi menarik rakyat di tanah jawa untuk mengenal islam lebih dekat melalui perayaan tahun baru islam. sedangkan di jaman sekarang ini, perayaan sekaten lebih berupa hiburan pasar malam untuk rakyat. terdapat berbagai macam kegiatan, hiburan, dan benda apapun yang bisa ditemui di sekaten.

[review] manusia setengah salmon - raditya dika

yeey.. jadi gini, tanggal 24 desember kemaren, buku keenam bang Dika yang berjudul manusia setengah salmon keluar. eh, demi apa lo gak tau siapa raditya dika? jadi ya, dia itu blogger, komedian, yang akhirnya jadi penulis, pemain film, dan selebritis. dia juga suka nyambi jadi tukang parkir di ancol *hehe, peace bang! :)*

penampakan manusia siluman salmon

dan gue disini berniat untuk reviewing sedikit soal buku manusia setengah salmon itu per chapter. iya, PER CHAPTER kalo perlu gue ulangin. here we go! *keselek biji salak*

missing identity!

mba, mba darimana? jakarta ya?
 pertanyaan kayak gitu kayaknya udah gak asing banget buat gue. apalagi beberapa hari ini. tiap ketemu orang dan kenalan abis itu ngobrol ngalor ngidul, pertanyaan penutupnya pasti tentang tuduhan 'kebukan-orang-jawaan' gue.

setelah dikasih pertanyaan kayak gitu, gue biasanya bengong dulu bentar. abis itu ketawa ngakak. setelah mereka bingung, baru gue nanya balik 'emang kenapa? keliatannya dr jakarta po? bukannya jawa'
dan mereka bakal dengan cueknya bakal jawab..
jelas bukan. gak ada tampang sama logat jawa sama sekali kok.
hhahaa... setelah itu, pasti gue akan menjelaskan dengan rinci kalo gue orang jawa, tapi karena agak lumayan lama tinggal di luar pulau jawa makanya logat jawa gue (mungkin agak) ilang a.k.a gak ada. kalo soal tampang jawa, gue sendiri juga masih bingung. maksudnya tampang jawa itu yg kayak gimana deh? -_-

ini yang dibilang gak punya tampang jawa sama sekali -_-

satu tampang nista dari gue.. salam metal \m/


kejadian paling lucu pasti soal orang jakarta sendiri yang mengira gue orang jawa. udah banyak kasusnya. dari yang ngajakin mudik bareng ke jakarta sampe yang ngajakin ngobrol soal tempat hangout di jakarta. temen gue, sebut saja RR, anak Fisika UGM 2010 pas libur mau lebaran kemaren dengan pedenya tiba-tiba sms gue..
ty, balik jakarta kapan? bareng aja yok..
dan gue.. dengan segenap jiwa raga, kontan ngakak. gue aja udah ngendon di rumah (sragen-red) mau diajakin ke jakarta. boleh dah kalo mau diakomodasiin selama di jakarta, kalo disuruh jadi gembel gimana? ogah gilllaa... setelah gue jawab sms nista dr RR td dengan jawaban "wkwkwwkk, rumah gue jawa bro, bukan jkt :D" si RR tadi baru sadar dan sms balik..
oiye, lu orang jawa si ya.. gak ada tampang sih..
*sial, ganti muka gimana caranya dah? -_-*

ya, sekian cerita nista dari gue soal missing identity. semoga bisa menjadi bahan cengan kalian semua.
regards,

tya (asli jawa-red)

nb: gaya ngomong emang kadang pake lu-gue, tp gue bisa bahasa jawa. ASLI! kromo inggil sekalipun. chaow!

amerrialluvia

Kumulus hitam masih menggantung rendah di kaki langit utara. Aku menarik retsleting jaket coklatku hingga ujung leherku. Bukannya aku sok mandiri atau apa dengan menolak jemputan Mang Asep sopir rumah tadi, tapi memang aku ingin menyongsong hujan yang aku yakin sebentar lagi akan segera turun. Aku suka hujan, sangat suka. Titik-titik airnya yang selalu kuimajinasikan sebagai air mata bidadari di langit sana, petir dan halilintarnya yang kuanggap sebagai kilatan cahaya surga sampai dengan genangan air di jalan yang bila kulewati pasti akan menjadi kecipak ringan air.

Aku suka hujan. Hujan bisa menyembunyikan tangisku saat aku sedang sangat sedih, dan mungkin karena itu, aku menganggap hujan sebagai tempat curhat terpercayaku. Hujan tidak pernah mengeluh saat aku bercerita panjang lebar tentang bagaimana aku begitu cemburu melihat cowo yang kutaksir dekat dengan cewe lain sampai dengan bagaimana jengkelnya aku terus dikerjai kakakku, Titan. Bukan salahku kalo aku begitu mempercayai hujan dan jarang bercerita kepada orang lain yang mungkin bisa disebut sebagai temanku. Aku terlalu malu untuk sekedar mempunyai sahabat akrab. Aku cenderung menutup diri pada lingkungan sekitarku dibanding harus bercerita panjang lebar tentang segala masalahku pada orang asing yang baru kukenal saat naik ke kelas 8 SMP kurang lebih 3 bulan lalu.

Tapi dibalik itu semua, kurasa alasanku menyukai hujan hanya diwakili oleh satu kata. Amerrialluvia, yang berasal dari 2 bahasa, Ame untuk bahasa Jepang dan Lluvia dalam bahasa Spanyol. Dan kau tahu arti keduanya? Hujan. Ya, namaku Ammerialluvia Suryaatmadja atau panggillah aku Luvi. Sekarang kau tahu mengapa aku begitu menyukai hujan? [:)]

cita-cita seorang sahabatku

masii di sore yang sama ketika q dengar berita baik dan buruk itu sekaligus....

sahabatq,,memenangkan lomba lukis se-kota q....tapi saat itu juga dia sadar...ada yang salah dengan mata'a...

buta warna parsial....mungkin itu yang para dokter katakan tentang penyakit'a....satu yang aku tau,,dia sulit membedakan antara warna hijau dan biru...

"aQ gag bakal bisa daftar ke desaint grafist Mel....q uda kehilangan masa depan yang benar-benar aku cita-citakan...",,itu yang dia katakan padaq sembari menunjukkan surat vonis dokter sore itu. kulihat kristal bening menggenang di pelupuk mata'a. bisa ku bayangkan betapa berat harus melepas impian yang selama ini dia citakan. berbagai perlombaan telah ia ikuti demi minat'a dalam bidang seni terutama desain. aq hanya bisa menggenggam tangan'a erat, menyalurkan sedikit hangat simpati untuk'a. mempertahankan keprcayaan diri'a.

"aq bakal ngecewain orang tuaq, usahaq selama ini juga sia-sia. q uda gag ada guna'a agy Mel...."isak'a semakin keras saat itu juga. aq tag tau harus melakukant apa...aq bingung.

saat senja semakin sore dan kepercayaan diri'a kian melesak ke dalam tanah, pak pos yang jarang lewat di depan rumahnya tiba-tiba berhenti tepat di depan pintu pagar'a..aq melepas tanganq yang sedari tadi masih menggenggam tanganya hanya untuk meredakan sedikit isak tangis'a...kuterima surat dari pak pos dan kuucapkan terima kasih pelan..segera kulirik tulisan di amplop itu..

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Fakultas Ilmu Desain Jurusan Desaint Grafis
KEPADA : RANGGA HADIWINATA (Pemenang Lomba Lukis Se-Kota Bandung)

Aku segera berlari menghambur ke arahnya..kurasa aku tahu apa isi surat itu..Rangga melongo sesaat ketika kusodorkan surat itu padanya..segera setelah itu,disobeknya amplop itu di salah satu sisi..
Disana tertulis...

Kepada RANGGA HADIWINATA

Selamat atas keberhasilan anda memenangkan perlombaan lukis tahun ini. Seperti yang sudah menjadi ketentuan, pemenang lomba tersebut dapat menjadi mahasiswa ITB tahun 2010/2011 dengan biaya Rp.0.

Terima kasih atas perhatiannya.

Mata'a semakin menyiratkan kepedihan, aku tak tahu keputusan apa yang nanti akan diambil. Mengambil jalan meraih cita-cita yang selama ini dia impikan ketika kesempatan itu datang. Atau hanya akan terus terpuruk dalam ketidakberdayaan'a membangun kepercayaan diri kembali....

Aku hanya berharap dia bisa mengambil keputusan yang tepat dan terbaik untuknya...Tetaplah berjuang sahabat......

Cerita di sore itu....

Sore itu,,aku berjalan sendirian di lorong sekolah. Semua teman-teman ekskul dramaku sudah menuju rumah masing-masing lebih dari setengah jam yang lalu. Aku mendapat bagian untuk merapikan perlatan, jadi disinilah aku, sendirian disini.
Rintik hujan terlihat meluncur turun dari atap sekolah. Terdengar langkah kaki pelan dari arah laboratorium kimia di belakangku. Saat ketengok, tak ada siapapun disana. “Ah,paling Mang Rusdi yang lagi bersih-bersih lab…”pikirku ringan. Kulanjutkan langkahku menuju ke gerbang depan untuk menunggu bis yang akan mengantarku pulang. Namun, saat tiu juga kudengar namaku dipanggil lirih.
“Fan……”..Sedikit ragu aku menengok ke belakang. Aku melonjak kaget saat kulihat Farhan,sahabatku,berdiri tepat di belakangku.
“Oh….loe Han. Kok lom pulang? Basket bukannya uda kelar dari tadi?”tanyaku sambil merapatkan jaketku, entah kenapa, udara di sekitarku berubah menjadi sedingin es.
“Iya…aku mau ngomong bentar ma kamu.Bisa?”tanya Raka menarik tanganku ke arah bangku taman.
“Iya…iya bisa..orang loe udah narik tangan gue gini….eh,tapi kok tangan loe dingin gitu???ujan-ujanan ya???”
“Engga…ga papa kok…Fan,aku minta kamu dengerin aku baik-baik…waktu aku ga banyak…dan jangan pernah anggep aku bercanda..aku serius..”sahut Raka sambil menatap dalam mataku. Aku terpaku menatap manik matanya. Aku hanya terdiam menikmati itu. Aku selalu suka menatap matanya sejak kami menjadi sahabat 3 tahun lalu. Matanya teduh, membawa ketenangan, meredakan kegelisahan dan apapun itu.
“Aku sayang sama kamu..sejak pertama kita ketemu, kenalan, sampe sahabatan…aku tetep sayang kamu.”Aku seperti tersambar petir saat aku mendengar pengakuan Farhan itu. Ternyata selama ini, dia menyipan perasaan yang sama denganku.
“Aku juga Han. Aku juga suka sama kamu….”jawabku setelah terdiam lama. Selama itu, Farhan hanya menggenggam tanganku sambil menatap mataku dlam.
“Hm…oke. Udah sore, kamu buruan pulang ya…Mumpung ujannya agak reda. Ati-ati di jalan.”kata Farhan akhirnya sambil melepas genggaman tangannya dan tersenyum manis. Sangat manis.
“He’em..aku pulang duluan ya. Kamu juga buruan pulang. See you tomorrow Han.”sahutku sambil menyampirkan tas di bahuku. Masih kulihat senyum manis itu saat aku menengok ke belakang ketika berada di gerbang sekolah. Entah mengapa aku merasa akan sangat merindukan Farhan.
Ketika jam menunjukkan 17.15, aku masih berdiri di halte bis depan sekolah menunggu bis untukku. Tiba-tiba hapeku bordering nyaring…Finda calling…Segera kuangkat telfon dari sobatku yang cerewet ini.
Halo..
Halo,,Fan,Fani…Berita duka Fan..Farhan…Dia kecelakaan waktu pulang ekskul basket..Meninggal di tempat…Ni gue otw mau takziah ke rumah Farhan…loe dimana????
Aku membisu. Telfon Finda barusan seperti menjerabut nyawaku terpisah dari tubuhku. Farhan meninggal,pulang ekskul basket,,berarti kurang lebih jam 15.30 tadi.Lalu siapa yang tadi mengobrol denganku di bangku taman sekolah dan berkata sayang padaku???Lamunanku buyar saat ada sms masuk ke hpku.

From : Farhan
Fani…ku sayang kamu..lega udah bisa ungkapin rasa sayangku ke kamu sebelum aku benar-benar pergi..jaga diri kamu baik-baik ya..ku sayang kamu…
--prince farhan--
Aku terduduk di lantai halte setelah membaca sms itu. Air mataku mengalir deras sederas hujan sore itu.





(santai sob....nhe cuma cerita...gag betulan.....hope you all like it....)

cerrita lucu gag penting...^_^

Deng Xiaoping ke Amerika
Deng Xiaoping, seorang pria Taiwan yang sangat kaya tetapi tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris tiba di airport New York. Setelah mengantri di imigrasi, saat mencap paspor, petugas menanyakan beberapa pertanyaan untuk mengetahui kunjungannya ke USA .

Pertanyaan pertama imigrasi: "Apa nama terakhir dari Presiden Pertama kami?"

Karena tidak mengerti bahasa Inggris dengan baik, dia menduga bahwa petugas menanyakan nama keluarganya (surname). Lalu dia menjawab: "Wo xing Deng (dibaca: wo sing Teng)." Dalam Mandarin berarti: "Marga saya Deng"). Fyi, dalam budaya Chinese, orang Chinese selalu memperkenalkan marganya dulu saat kenalan pertama kali.

Petugas mendengar "Washington! " (sama bunyinya) lalu dia melanjutkan ke pertanyaan ke-2: "Untuk apa kamu mau pergi ke US?"

Pikirnya, secara logis tentu sekarang dia menanyakan nama saya. Lalu dia menjawab: "Xiaoping."

Petugas mendengar : "Shopping!"

Pertanyaan ke-3: "Kendaraan apa yang kamu kendarain di Taiwan?"

Turis itu berpikir, dia ditanyakan statusnya di Taiwan, dan menjawab dalam bahasa Hokkien: "Bo bo.” (dalam Hokkien berarti: "Belum beristri").

Dan petugas mendengar: "Volvo!" lalu dia tersenyum dengan hormat dan bertanya lagi.Pertanyaan ke-4: "Siapa penyanyi pop yang paling terkenal di USA?”

Saat ini lelaki Taiwan sudah mulai tidak sabar dan mulai berkata dengan keras dalam bahasa Hokkien: "Mai Ko Cai Seng." (arti: "Jangan main-main lagi dengan saya").

Petugas mendengar: "Michael Jackson!"

Kagum akan pengetahuan si turis, petugas mencap paspornya.